Gubernur DIY Tidak Menutup Tempat Wisata Yogyakarta Selama Pandemi Covid-19

RECENT POST



Objek Wisata : Perempatan Tugu Yogyakarta.
Photo by : @abibagas21 (Instagram).

Hai Indonesia !!
Ribuan pengayuh becak, kusir andong juga para pedagang kaki lima yang mengandalkan hidup dari kunjungan wisata kehilangan penghasilan akibat kunjungan wisatawan anjlok nyaris 100 persen. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tak menampik kondisi sulit, yang dialami sektor informal pariwisata, “Untuk pekerja informal seperti tukang becak dan lainnya itu, kami akan melakukan re-alokasi anggaran,” ujar Sultan di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Senin, 30 Maret 2020. Sampai hari ini Gubernur DIY belum pernah menyatakan secara resmi untuk menutup tempat wisata, hotel-hotel dan mall di Jogja. Walau demikian, kunjungan wisata Kalaupun selama ini objek wisata, hotel tutup dan mal ada yang ditutup itu memang karena tidak ada pengunjungnya. Karena memang tidak pernah ada pernyataan resmi dari Gubernur DIY perihal penutupan objek wisata yang berada dibawah kewenangan Pemda DIY selama pandemi Covid-19, sehingga tidak perlu pula ada pernyataan untuk membuka tempat wisata.

Untuk wisata candi yang dikelola oleh PT Taman Wisata Candi (Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko) memang ditutup sejak 20 Maret 2020. Direktur Utama PT TWC, Eddy Setijono memutuskan untuk menutup objek wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko setelah jajaran direksi melakukan konsultasi dengan Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, juga pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kementerian BUMN menjadi rujukan pertama dan utama karena PT TWC adalah perusahaan BUMN, di mana seluruh kebijakan didasarkan atas pertimbangan kementerian ini. Kendati demikian, karena adanya perayaan Hari Nyepi, maka khusus untuk hari besar tersebut pihaknya akan membuka, dengan jumlah pengunjung yang sangat terbatas. Jumlah personel yang diperkenankan untuk turut serta dalam upacara Hari Nyepi pun tetap dibatasi.
...
...